HUMAN EMPOWERment


sosiologi modern
April 24, 2009, 5:50 am
Filed under: sosiologi

Jika membahas kapitalisme, kita tidak dapat melepaskan dari pemikiran sosial yg akhirnya berwujud menjadi sosiologi modern. Dan diri khas yg menonjol dari pemikiran sosial selama seratus tahun (1820-1920) adalah banyaknya teori yg berkembang. Dengan tidak menafikan tokoh-tokoh seperti Tocqueville, Comte, Spencer, ada tiga nama yg menonjol pada masa itu, yaitu: Marx, Durkheim, Max Weber. Apalagi pengaruh pemikiran ketiga nama tsb masih terasa sampai sekarang, bahkan lebih besar daripada masa tsb. Lebih daripada itu, kebanyakan dari cabang teori “sosial modern” yg lebih terkemuka, bisa ditelusuri asalnya pada ketiga orang tsb.

Karya-karya Marx merupakan sumber utama pelbagai bentuk Neo-Marxisme, karya-karya Durkheim bisa diidentifikasikan sebagai ilham yg sangat berpengaruh dan yg melatarbelakangi “fungsionalisme-struktural”, dan setidak-tidaknya beberapa penyimpangan dan fenomenologi berasal dari tulisan-tulisan Max Weber.

Bila masa kebangunan kembali Eropa (Renaissance) menimbulkan rasa peduli terhadap sejarah, maka industrialisasilah yg menyediakan kondisi-kondisi bagi munculnya sosioloi. Dan Revolusi Perancis thn 1789 merupakan katalis bagi kedua perangkat kejadian yg sangat rumit.
Menurut ukuran-ukuran biasa, Inggris merupakan negara pertama memperoleh beberapa pemerintahan yg demokratis, kendati hal ini tidak diperoleh tanpa revolusi politik, proses perubahan sosial dan ekonomi yg mengubah masyarakat Inggris sejak abad ke-17 relatif bersifat progresif.
Sebaliknya, Revolusi Perancis secara dramatis membakar pertentangan hak-hak istimewa orde ancien regime kaum ningrat mengenai pandangan suatu masyarakat baru yg hendak mewujudkan prinsip-prinsip umum tentang keadilan dan kebebasan (Declaration of Human Rights).

Marx dalam karyanya, CAPITAL, menaruh perhatian utama pada dinamika masyarakat borjuis, untuk mengungkapkan ‘hukum ekonomi mengenai gerak’ masyarakat tsb.

Capital adalah suatu sistem produksi komoditas. Di dalam sistem kapitalis, para pemproduksi tidak sekedar menghasilkan bagi keperluannya sendiri atau utk kebutuhan para individu yg mempunyai kontak pribadi dengan mereka. Kapitalisme melibatkan EXCHANGE MARKET yg mencakup nasional bahkan international. Dan setiap komoditi mempunyai aspek ganda, sabagai ‘use value’ dan ‘exchange value’.

Dan menggabungkan dgn pemikiran Durkheim, bahwa agama memegang arti penting dalam masyarakat dan mengenalnya sebagai sumber orisinil dari semua gagasan moral, filsafat, ilmu pengetahuan, perekonomian dan keadilan.
Kepercayaan apapun bentuknya membentuk bagian dari conscience collective yg cenderung mengasumsi sifat agama yg diimbangi oleh suatu kesadaran tentang adanya kenyataan bahwa perubahan-perubahan yg menonjol telah terjadi dgn munculnya jenis masyarakat modern.

Max Weber dalam karyanya lebih bersifat teknis yg membahas peraturan-peraturan hukum mengenai perusahaan niaga. Dalam perjalanan pemikirannya, wajar dgn melihat latar belakang agama yg berkembang saat itu, The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism mengemukakan suatu fakta statistik bahwa fakta di Eropa modern para pemimpin niaga dan pemilik modal maupun mereka yg tergolong sebagai buruh terampil tingkat atas, terlebih lagi karyawan perusahann modern yg sangat terlatih dalam bidang teknis dan niaga, kebenyakan memeluk agama Protestan. Hal tersebut bukan semata-mata fakta kontemporer, akan tetapi merupakan pula fakta sejarah: DENGAN MENELUSURI KEMBALI KAITANNYA, BISA DIPERLIHATKAN BAHWA BEBERAPA PUSAT AWAL DARI PERKEMBANGAN KAPITALIS DI PERMULAAN ABAD KE-16 MERUPAKAN PUSAT YG SANGAT KUAT UNSUR PROTESTANTNYA.

Tanpa digembar-gemborkan, zaman modern medirikan orde baru yg didasari oleh suatu hukum inovasi, yg terus melemahkan berlangsungnyakekuasaan kuno. Dalam masa-masa itu, Columbus menumbangkan gagasan-gagasan dunia dan memutarbalikkan kondisi-kondisi produksi-kekayaan-kekuasaan………..dalam hari-hari tsb Machiavelli membebaskan pemerintah dari pengekangan hukum……….Erasmus mengalihkan arus ajaran lama dari alam duniawi ke saluran-saluran Kristen……….Luther memutuskan rantai kekuasaan da tradisi pada mata-rantai terkuat………..Copernicus menanamkan suatu kekuatan yg tidak terkalahkan yg menandai kemajuan pasa masa yg akan datang untuk selamanya…………….

Jadi, kita jangan apriori jika kapitalisme berbau Barat(?) dan agamanya, karena memang lahir-tumbuh-berinovasi di sana……

Terima kasih
Reply With Quote


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: